Life Of Zael
News Update
Loading...

Featured

[Featured][recentbylabel]

Featured

[Featured][recentbylabel]

Asal SEO

Thursday, January 28, 2021

BEM bekerja Bersama Mahasiswa

BEM bekerja Bersama Mahasiswa

 

BEM tak ubahnya hanya sebuah lembaga survey ataupun petisi online, yang tak cukup powernya untuk bisa berdampak.


Bertahun saya kuliah di kampus biasa saja, membuat saya tidak punya banyak tekanan untuk memikirkan masalah dunia, toh saya hanya mahasiswa biasa biasa saja, yang terdampar dan hanya memikirkan secepatnya keluar dari sini. Gaungan saat ospek soal agent of change pun seperti sebuah lelucon, bayangkan seseorang datang ke kampus hanya demi memuaskan mulut tetangga dan tekanan status sosial, lalu kemudian memiliki visi menjadi agen pengubah, terlalu tinggi ekspektasi yang dibangun.

Seusai itu kemudian orang bergelora mengampanyekan pentingnya berorganisasi, katanya hanya dengan berorganisasilah kesuksesan akan diraih, bahwa kuliah cepat tanpa cacat itu sudah tidak lagi cukup untuk bisa membuat para HRD terbelalak, tapi kampanye – kampanye hitam itu digaungkan tanpa landasan yang pasti, bahwa tentu organisasi bisa jadi wadah yang tepat, tapi apakah semua yang masuk organisasi serta merta menjadi orang sukses?

Mitos – mitos soal mencapai kesuksesan lewat organisasi membuat kemudian orang berlomba menjadi yang terdepan, bukan untuk memberi solusi, tetapi jadi ajang eksistensi. Organisasi jadi sarang panjat sosial yang baik, bisa diliat dong, yang dulu demo sekarang endorse shopee.

Hanya satu kesalahan BEM dan organisasi yang lain, ego. Ketika sebuah organisasi sudah diisi oleh kesombongan dan kecongkakan, disitu pula peran organisasi terus mengabur, organisasi jadi hanya sebuah lembaga tak bertuan yang isinya hanya mengisi rasa haus dari ego para anggotanya, setiap orang selalu datang dengan tujuan yang tak jelas esensinya.

BEM ini selalu kesulitan untuk menggerakkan masa, bukan karena mereka berkepala besar sehingga menamai kepala mereka dengan gubernur atau presiden, bukan, tapi karena mereka tak mampu memahami apakah orang benar – benar peduli dengan kontestasi yang mereka lakukan, apakah kehadiran mereka memang memberi dampak bagi kehidupan sosial bermasayarakat mahasiswa?

Organisasi lagi – lagi gagal mengenal tujuan mereka dihadirkan, untuk melayani mahasiswa, 3 tahun saya hidup, tiap semesternya saya mengisi angket dan form untuk disampaikan aspirasinya kepada pemimpin, tapi terus menerus hanya tak menjadi apapun. Sarasehan, obrolan manja, sampai kritik sindiran terus dikumandangkan tetapi selalu nihil.

BEM layaknya hanya sebuah lembaga survey yang hanya bertugas mendata dan melaporkan apa yang terjadi tanpa kemudian bisa punya kekuatan untuk mengubah itu semua, mereka tidak bekerja bersama mahasiswa, melainkan menjadi tangan kanan kampus dalam membungkam mahasiswa (supaya tidak teriak anarkis di ruang sekretariat) dengan alasan bahwa ada ruang aspirasi melalu para BEM.

BEM pun sepertinya acuh, toh yang penting KPI saya terpenuhi, nilai baik, jabatan prestis kudapat, kerja mudah, untuk apalah menciptakan solusi, lebih baik saya fokus dengan masa depan saya sendiri, terlalu rumit katanya menciptakan perubahan, terlalu banyak peran – peran dalam sistem yang turut andil.

Kemudian izinkanlah saya tertawa kembali soal agent of change, tidak ada yang namanya agent of change, karena kita lebih suka berdiam dalam kenyamanan, berpindah hanya untuk mencapai kenyamanan yang lain.

Tuesday, June 16, 2020

Mengatasi Cacian Dengan Sarkasme

Mengatasi Cacian Dengan Sarkasme



Menemukan orang yang berselisih di media sosial memang bukanlah hal yang sulit, bahkan sudah menjadi bagian dari kesenangan berselancar dunia maya, saling mencaci maki satu sama lain adalah hal yang lumrah dan menjadi cara seseorang mengekspresikan dirinya, isu - isu cyberbullying pun terus mencuat seiring banyaknya korban akibat keberingasan tulisan netizen, tulisan penuh benci dan amarah, bagaimana cara mengatasi seseorang yang terus menerus melempar tulisan penuh benci?

Dalam artikel ini, saya ingin menyasari bagaimana secara normal manusia memproses tulisan seseorang, merekaa menulis/membuat sesuatu yang menaikkan emosi seseorang, lalu orang tersebut menuliskan komentarnya, kemudian anda dengan sukarela membaca tulisan tersebut dan kemudian terdiam sesaat sambil berpikir, "emang benar ya, aku seburuk itu?"

Dalam hal ini bagaimana kita menginterpretasikan sebuah komentar menjadi kunci, tetapi, adakalanya kita tidak sanggup memikirkan sesuatu yang lebih baik, terutama apabila kita malah justru terpancing dan berusaha membuktikan kebenaran kita dan membersihkan nama kita dari segala keburukan yang dia utarakan, tetapi cara ini tidak efektif, dan juga melelahkan.

Ketika dihadapkan kepada cuitan orang lain yang menyakitkan, mungkin kita punya kesempatan untuk memblokir supaya dia tidak lagi muncul di kemudian hari, tetapi ada berapa banyak kemudian yang muncul lagi atau membuat akun baru?

Percakapan media sosial tak ubahnya menjadi panggung pamer intelektualitas dan perdebatan tanpa henti, dimana setiap pihak selalu merasa yang paling benar dan siapapun yang dia katakan salah, maka secara mutlak salah, kemudian dua pihak ini akan berusaha keras mengatakan bahwa ialah pihak yang paling benar.

Padahal kenyataannya kebenaran adalah sesuatu yang amat relatif dan subjektif. Sesuatu yang dikatakan benar oleh saya, belum tentu dikatakan benar oleh kamu, sehingga ada banyak hal yang harus dipertimbangkan, seperti fakta yang dibawa dan basis dari perkataan tersebut, alias argumentasi yang menjadi pondasi perkataan seseorang.

Ketika dihadapkan oleh fakta - fakta tersebut pun tidak serta merta membuat mutlak menjadi benar, tetapi kembali ke bagaimana kebenaran yang dimaksud dikatakan menjadi "benar". Ada serangkaian indikator yang memenuhinya, sehingga harus memenuhi syarat tersebut untuk menjadi sesuatu yang benar.

Pembahasan yang multi subjektif seperti Agama dan Kepercayaan adalah bagian dari relativitas kebenaran, syarat masuk surga agama Islam tentu berbeda dengan masuk islam agama Kristiani, sehingga ketika keduanya berdebat tetapi tidak menyatukan definisi masuk surga yang mereka gunakan, maka sia sia lah perdebatan tersebut.

Tetapi ada kalanya hal tersebut juga terjadi karena pihak yang berdebat memang hanya ditutupi oleh kemarahan yang memaksa dia bersusah payah menjatuhkan kamu, bukan karena semata ingin menemukan kebenaran, oleh karena itu, mungkin ini adalah bagian dari orang "bodoh" yang merasa "sok pintar" dengan membenarkan orang lain.

Kalau sudah bertemu dengan orang seperti itu, rasanya mudah saja, tinggal saja tinggalkan dengan komentar bernada sarkastik, karena toh apapun yang kamu keluarkan, dia tidak akan mendengarnya, tetapi cukup tutup pembicaraan dengan, (Iya, kamu memang orang terpintar yang pernah kuketahui, semua yang kamu katakan benar sekali) atau dengan pernyataan sejenis.

Sarkasme sendiri adalah majas dimana mengatakan sebuah pernyataan dengan yang terbalik dengan tujuan supaya kamu tidak perlu ikut menghina orang tersebut, tetapi membuat dia berpikir tentang pernyataan dia kalau dia memang berpikir.

Cara ini cukup efektif selama saya gunakan dalam bersosial media, jika orang itu memang berpikir dengan logika yang baik, pasti dia akan memikirkan ucapan dia, kalau orang tersebut memang hanya trolling dan membenci, seharusnya sudahlah tinggalkan saja.


Friday, May 15, 2020

Hidup Dengan Sortir "Harga Terendah"

Hidup Dengan Sortir "Harga Terendah"


Setiap individu memiliki pengalamannya tersendiri mengenai perjalanan hidup, termasuk dalam memilih barang dan jasa yang akan digunakannya. Lalu bagaimana rasanya ketika berbelanja, atau mencari tahu sesuatu barang, selalu melihatnya dalam perspektif harga, menyortir dengan harga terendah?

Mungkin itulah yang selalu kulakukan, menyortir dengan harga murah terasa lebih menyenangkan, apalagi dengan kehadiran e-commerce, rasanya memiliki barang yang sama dengan harga yang jauh lebih murah memang sangat melegakan dan mengurangi penyesalan.

Kehadiran diskon di pasar swalayan juga mempengaruhi, barang tidak lagi dinilai dari kualitas atau utilitas melainkan secarik tempelan harga dan coretan diatasnya menandakan barang tersebut sedang mengadakan potongan harga. Lalu secara mendadak produk tersebut menjadi berharga meskipun, sebenarnya tidak juga.

Sebagai golongan kaum menengah kebawah, gue ngerasa cara inilah The Ultimate Way to Live, selalu membandingkan harga, selalu menemukan penawaran terbaik, selalu mencari celah, harga termurah, menghemat, dan menghemat.

Pada kenyataannya tidak selalu begitu, berawal dari pertemuan gue dengan pasangan gue sekarang, dia meskipun juga pas pasan secara keuangan, selalu mencari value lebih dari sekedar harga. Menurutnya brand itu penting, karena menjadi jaminan kualitas, dan menjanjikan sesuatu yang tidak dimiliki brand lain.

Reaksi pertamaku, ah, masa sih? Bukannya brand cuma akal - akalan Marketing aja? Supaya mereka bisa jual jauh lebih mahal? Pada kenyataannya utilitas sebuah produk ya kembali ke bagaimana kita bisa menggunakan produk itu pada akhirnya kan?

Tapi tidak selalu begitu, saat itulah kemudian gue tersadar satu hal, seringkali, karena kebiasaan mensortir dari harga terendah, membuat gue kemudian melewatkan satu penawaran lebih baik, dengan menambahkan sedikit uang.

Memang lebih mahal, tapi lebih tinggi Value of Moneynya. Singkatnya adalah, apa saja nilai yang didapatkan dari menambah biaya yang harus dikeluarkan. Simpel, tapi sangat mengena di hati.

Yang menyakitkannya adalah produk teknologi, seringkali barang yang sudah terlewat masa jayanya dan sudah tertinggal teknologinya, kemudian harganya berangsur turun dan turun. Bukan sekedar karena ada pengganti baru saja, karena experience untuk menikmati barang tersebut, sudah jauh turun drastis pula, mulai dari kehilangan dukungan, kehilangan update terbaru, dan juga service center.

Saat itulah gue ngerasa bahwa produk, tidak selalu berhubungan dengan one-time payment. Bukan hanya apa yang akan didapat in present time, kemudian berpikir secara lugas dan langsung kita mendapat manfaat produk itu atau tidak.

Kenyataannya, produk yang baik adalah produk yang memang memiliki sisi - sisi lain yang juga memberikan nilai tanpa disadari. Mungkin memang nonton film bajakan bisa menyenangkan karena murah, tapi kursi yang nyaman, ambient yang menyegarkan, mungkin adalah value yang besar karena memberikan experience yang jauh lebih baik daripada menggunakan headset KW dan laptop 14 inci yang sudah buram.

Kembali ke produk teknologi, menjamin bahwa produk yang digunakan memiliki utilitas yang diinginkan dan memiliki dukungan penuh jangka panjang, adalah nilai yang tidak terbantahkan. Tapi seringkali dilupakan. Berbeda 200-300rb untuk mendapat komponen yang tetap dapat compatible dengan perangkat di masa depan jauh lebih baik daripada membeli komponen yang sama sekali baru di masa depan.

Ya mungkin saat inilah kemudian tersadar bahwa, mungkin harga bukan satu - satunya cara untuk memahami sebuah produk. Dan bahkan mungkin cara yang terlampau sombong. Menghemat memang perlu, tapi melupakan value yang memang diinginkan dengan dalih berhemat sekian ribu, lalu kemudian mengorbankan yang jauh lebih tinggi ketika membutuhkan fitur tersebut, bukannya, itu langkah yang bodoh?

Monday, April 30, 2018

How To Be A Secret Admirer : Kunci Utama Mencintai Seseorang Secara Diam Diam.

How To Be A Secret Admirer : Kunci Utama Mencintai Seseorang Secara Diam Diam.



Mencintai seseorang bisa menjadi sebuah hal yang sangat rumit, entah itu banyaknya masalah, sulitnya membangun hubungan, atau faktor personal seperti kurangnya percaya diri, kesulitan berkomunikasi dan lain lain.

Salah satu masalah yang menurutku cukup serius menurutku adalah, kebanyakan kita memulai sebuah perasaan kita dengan sesuatu yang tak kalah rumitnya, yaitu dengan mencintai secara diam diam, berharap bahwa seseorang itu akan dengan ajaibnya mengetahui perasaan kita dan kemudian membangun sebuah kisah klasik yang sangat kita idam - idamkan.

Damn!, that's not gonna happen.

Meskipun begitu, aku adalah seorang yang sangat terbuka dalam permasalahan ini, dan aku menganggap ini bukan bagian dari penyimpangan, hanya saja, ada banyak peraturan yang harus diluruskan dalam menjadi seorang secret admirer, karena sebagai seorang secret admirer, aku melihat ada banyak sekali orang yang justru harus merasakan pedihnya sakit hati karena tidak melakukan pekerjaan ini dengan benar.

So inilah 5 hal yang setidaknya, menurutku harus kamu pahami dalam - dalam sebelum melakukan pekerjaan yang sangat mustahil, yaitu menjadi seorang pengagum rahasia.

1. Be Elegant

Kesalahan utama seorang secret admirer adalah, mereka melakukan ini dengan pikiran yang kacau, karena mereka berpikir tidak ada lagi yang bisa mereka lakukan, jadi mereka menggunakan jalur secret admiring ini.

Guess what? You will fail.

Menjadi seorang secret admirer dibutuhkan skill berpura - pura yang mumpuni, kenapa? karena kita tidak bisa dengan mudah menunjukkan perasaan kita, karena begitulah seharusnya dilakukan, kita harus berusaha seoptimal mungkin, jangan sampai, dia senyum sedikit kita malah senyum kesenengan sepanjang hari, hanya karena dia menyapa terus kita malah merasa bahwa hubungan ini sudah masuk dalam kategori "spesial".

be elegant, lupakan asumsi, jangan berharap apapun, dan pura puralah kamu gak suka sama dia.

2. Be Different

How the hell in the world, orang itu bisa tau perasaan kita kalau kita gak menunjukkan itu?

oke, kalian jangan termakan tulisan yang dicetak miring itu, tapi baca judulnya. be different, jadilah berbeda.

Kita seorang secret admirer punya selera yang tinggi akan perasaan kita, dan kita menganggap perasaan tersebut jauh lebih aman dan terjaga jika kita menyimpannya erat dalam hati kita saja, well, sebuah perasaan itu ada untuk ditunjukkan. Setidaknya, sebuah pesan memiliki tujuan untuk dibaca orang yang kita tuju bukan?

Tapi bukan berarti kita harus melakukan seperti kebanyakan orang lakukan, memberi coklat ketika valentine,  selalu tersenyum ketika memandangnya, selalu berusaha tampil atraktif, well it seems you will be some kinda people that got rejected. Dan seni dari seorang secret admirer adalah, dengan menjadi berbeda.

bayangkan berapa banyak orang yang juga mengaguminya, berapa banyak yang bahkan terang terangan melakukan seperti yang kusebut diatas, dan untuk kita kita yang merasa minder dengan apa yang kita punya, melakukan hal yang diatas bukanlah opsi yang bisa dilakukan, tapi kita harus, membuat cara sekreatif mungkin, untuk bisa menarik perhatiannya.

kamu pikir dengan banyaknya orang yang ia kenal, bagaimana kamu bisa menjadi seseorang yang dia kenali? seseorang yang dia sadari kehadirannya?

anggaplah seperti iklan rokok tapi kita tidak boleh menunjukkan rokok itu di iklan kita.

terus harus gimana? ah ga asik nih ga dikasih contoh harus ngapain. yaa biarlah instingmu yang bekerja, biarlah perasaanmu yang menuntunmu, dan yang pasti, kamu tetap harus berusaha untuk memperjuangkannya kan?

3. Don't Escape from it, Embrace it!

Kesalahan yang lain, banyak dari para secret admirer melakukan ini karena mereka merasa minder, tidak mampu, dan merasa rendah diri dan gak akan pernah bisa mendapatkan hati seseorang yang sangat dipujanya, karena itu mereka sembunyi dalam diam, sembunyi dalam kata kata puitis yang ditulisnya dalam buku harian, sembunyi dengan harap - harap yang selalu menggantung dalam pikiran.

I'll tell you something, secret admirer bukanlah bentuk kepasrahan, tapi adalah sebuah jalan mencintai sesorang, sebuah seni dalam melakukannya.

Dan kita harus melakukannya dengan penuh perhitungan dan penuh perencanaan, kita gak bisa terus menerus hide in the shadow, lari dari pandangannya tanpa melakukan sesuatu apapun.

Yang harus kamu ubah dalam pikiranmu adalah, mencintai seseorang dalam diam bukan berarti kita tak mampu, tapi karena kita memilih untuk menjadi seperti itu, kita menunjukkan perasaan kita dalam bentuk yang lain, tidak secara terang terangan, dan ketika ada kesempatan untuk tidak diam, maka kita akan melakukannya.

Keliatan kan bedanya?

4. Cari Alasan Kenapa Kamu Cinta Sama Dia

Well, salah satu problematika paling ajaib adalah, bagaimana kita para secret admirer bisa mencintai seseorang yang bahkan kita sama sekali gak kenal? kita lihat mereka setiap hari dan entah bagaimana perasaan itu tumbuh subur bahkan tanpa air dan pupuk sama sekali. It's so strange.

Dan kamu pasti pernah bertanya - tanya, bagaimana kalau ternyata setelah aku berjuang untuk dia, kemudian dia ternyata gak sebaik yang aku kira, karena selama ini aku hanya mengenal permukaan dia aja? Hmmm pertanyaan yang sulit untuk dijawab dan, mungkin nanti akan terjawab.

Salah satu teknik mencintai adalah mempertanyakan perasaan kita, kenapa kita bisa mencintai dia, kenapa kita bisa menyukainya? kenapa dan kenapa? Kenapa harus seperti ini? ini sebagai jaminan, bahwa perasaan kamu itu benar adanya, dan kamu punya alasan kuat untuk melakukannya.

Banyak diluar sana yang menyesal, banyak yang di luar sana terjebak hanya karena mengutamakan perasaannya tanpa sekalipun berpikir bagaimana nasib mereka.

So mulailah cari alasan itu, habiskan banyak waktu dengannya, dan setelah kamu temukan alasannya, maka kamu pasti akan punya keyakinan lebih untuk terus mencintainya.

5. Take A Risk

Dan kita sampai pada poin terakhir, sebuah hal yang sangat dibenci atau sangat dihindari oleh para secret admirer, risiko.

well, aku juga benci risiko, tapi yang paling aku suka adalah, bagaimana jika kita berhasil melewati risiko tersebut?

Menjadi seorang secret admirer adalah kondisi yang penuh akan risiko, sama seperti melakukannya dengan cara lain, bedanya, kita lebih harus bertarung dengan diri kita sendiri daripada dengan orang lain.

Maksudnya?

Kalian harus akui bahwa tidak semua orang menjadi secret admirer, ada banyak orang yang lebih berani, lebih leluasa, lebih tahu harus melakukan apa ketika mereka melakukan sesuatu yang bernama cinta ini.

Dengan kata lain, kamu harus akui kamu adalah orang yang berkategori pendiam, orang yang selalu penuh dalam pikiran, yang selalu berpikir sebelum mengatakan apapun, dan bahkan terlalu banyak berpikir sampai akhirnya tidak melepaskan satu kata apapun.

Dan coba jawab pertanyaan ini, "seberapa seringnya kah sesuatu yang sangat kamu takutkan itu terjadi?", "Apakah sesuatu itu memang seburuk itu atau pikiranmu yang membuatnya jadi terlihat sangat buruk?"
atau, coba jawab, "Apakah ketika suatu yang buruk itu terjadi dan kemudian kamu akan benar benar merasa seburuk itu?"

well kita bertarung dengan pikiran buruk itu berulang kali, dan kita tak bisa menepisnya sekalipun karena itu berada dalam sistem kerja otak kita, tapi yang harus kamu lakukan, adalah mempertanyakan, "apakah memang seburuk itu?"

masalah lain adalah, menjadi seorang secret admirer kita harus punya mental yang baja, karena itulah keputusan kita, itulah cara kita menunjukkan perasaan kita.

Kita akan dihadapkan pada kemungkinan merasa cemburu tapi merasa tak mampu, rindu yang tak berujung, cinta yang tak terbalas, kita semua tahu dan bahkan tidak menjadi seorang secret admirer pun kita akan tetap dihadapkan pada risiko tersebut.

ketika kamu dihadapkan pada sebuah kondisi kamu harus berenang di lautan lepas, kamu punya risiko terbawa arus laut, dan faktanya, kamu tak bisa mengatur supaya arus laut itu menjadi tenang seketika sehingga kamu kemudian bisa berenang gaya batu dengan nyaman.

Well, aku bukan orang yang akan memaksa kamu menyelam kalau kamu tidak bisa berenang, tapi pasti aku akan paksa kamu buat belajar berenang mati matian supaya kamu gak dihantam kerasnya ombak lautan.

tapi yang harus digaris bawahi, adalah banyak dari kita tidak sadar bahwa untuk memerjuangkan sesuatu harus ada kerja keras yang dibayar, untuk bisa berenang, kita harus merasa kelelahan setiap harinya, menghirup air berkali - kali, mata yang pedih, tapi semua itu semata - mata dilakukan supaya kita bisa mengurangi risiko ketika nanti kita harus dipaksa berada dilautan lepas.

So do you, seberapa jauh kamu mempersiapkan dirimu?, seberapa kamu memantaskan dirimu buat dirinya? dan sebelum kamu katakan perasaan itu, sudahkah kamu merasa pantas bersanding dengannya?

dengan begitu, kamu sudah mengatur risikomu sekecil mungkin, dan sekarang mungkin kamu benar benar siap mengatakan yang sebenarnya.

Tapi, semua persiapan itu tetap percuma jika kamu tidak berani mengambil risiko.

Simpulan

Menjadi seorang secret admirer adalah tantangan tersendiri buatku, tapi seni melakukannya benar benar sesuatu yang sangat menyenangkan untuk dilakukan, tapi kamu harus tandai bahwa perjuangan dan pengorbanan menjadi seorang secret admirer harus kamu terima dengan lapang dada, don't expect anything. Berkali kali harus kukatakan bahwa kamu akan merasakan banyak perasaan tak nyaman, perasaan cemburu, tak dihargai, tersingkirkan, tak disadari, tak berbalas.

Kamu harus siap dengan segala macam tantangan dihadapan, dan yang tersulit adalah terus menjadi loyal meskipun kita tau kita melakukannya untuk tidak mendapat apapun.

Kamu harus memastikan bahwa yang kamu perjuangkan ini memang pantas untuk diperjuangkan, dan kamu harus siap membayar setiap peluh yang harus dibayar untuk memperjuangkan segalanya.

Intinya adalah jangan berusaha terlalu keras untuk sesuatu yang tidak bermakna, lakukan sesuatu yang memiliki manfaat, dan yang terpenting, kita tak bisa memaksa perasaan siapapun, tapi kita bisa terus dan terus memperbaiki diri dan menjadi seseorang yang lebih cemerlang, dan disaat waktunya tepat, semua kerja keras itu akan terbayar.

Sunday, April 29, 2018

Introductory : Kebiasaan Gak Penting

Introductory : Kebiasaan Gak Penting

Life of Zael


Setiap kali gue bikin blog, pasti gue galau mau buat apa di dalam blog tersebut, dan entahlah, rasanya aneh karena gue selalu berapi - api ketika membuat sebuah blog.

Dan gue selalu memutuskan buat membuat sebuah post pembuka blog tersebut, sebuah post pengenalan.

Dan sumpah ini absurd banget, kenapa? karena gue sama sekali gak tau apa yang harus gue tulis di post pertama itu.

Dan akhirnya bakal berlanjut ke post post yang lain yang berakhir blog tersebut mati secara tragis karena gue yang galau mau nulis apa.

Gue gamau berharap muluk - muluk sama blog gue yang ini, karena sebetulnya, gue juga berusaha keras buat gak sekedar menulis, tapi membuat sesuatu yang bermanfaat, dan itu gak mudah, Sumpah!

Oke deh, entah kenapa gue sudahi saja post perkenalan ini.

Biar bener bener berguna, gue akan tulis beberapa visi gue tentang blog ini.

Ini adalah blog pribadi gue yang pure pertama kali, karena sisanya adalah blog - blog yang gue harapkan bisa menghasilkan uang yang nyatanya gue terlalu malas buat membangun blog tersebut, dan sekarang gue pure membuat blog ini untuk kepentingan penajaman skill menulis gue, ditambah, gue ngerasas harus sharing something karena waktu luang gue juga cukup banyak.

Ditambah skill kepenulisan adalah salah satu skill yang dibutuhkan pada sekarang ataupun nanti, dan gue selalu berharap suatu saat nanti gue bakal jadi seorang penulis yang setidaknya punya karya yang dinikmati banyak orang dan memberikan manfaat.

Btw gue masih kuliah dan tahun ini masih tahun pertama gue, entah ini sudah terlalu terlambat untuk membuat karya personal bernama blog ini atau tidak, yang penting gue pengin berfokus aja dalam sesuatu yang gue suka.

Mungkin blog ini juga bakal ada banyak banget curhatan gak penting yang mungkin bakal gue tulis buat menajamkan memori jangka pendek gue ini hahaha.

Gue gak berharap ada yang banyak baca blog gue ini karena emang isinya gak penting, tapi demi kepentingan pembelajaran gue akan website marketing, dan banyak dari para webmaster yang mengatakan konten adalah kunci dari sebuah blog, gue juga mau nyisipin konten konten berkualitas yang mungkin (seandainya) bisa mendongkrak jumlah pengunjung di blog gue ini.

Oke udah kebanyakan banget ini tulisan, entahlah gue masih ngerasa kurang aja

Kehidupan gue emang ga penting, tapi gue bakal tetap nulis opini gue tentang banyak hal

Kenalkan, nama gue Zael.

Asal SEO

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done